Penyebab Financial Distress

Mengenal Lebih Jauh Tentang Financial Distress Beserta 3 Penyebab Utamanya

By: Tata Abiyakta

Terkadang dalam menjalani suatu bisnis, ada kalanya bisnis mengalami kenaikan sehingga profit yang kita terima jauh dari apa yang diperkirakan, ada kalanya pula kita mengalami penurunan.

Saat terjadi penurunan pencapaian perusahaan, kita tentu saja mencoba mencari penyebabnya dan juga solusi sehingga perusahaan dapat bangkit dari keterpurukan.

Ada salah satu hal yang terkadang menjangkiti perusahaan, yakni dapat disebut sebagai kondisi financial distress. Menurut Platt HD dan Platt MB pada tahun 2002, financial distress dapat diartikan sebagai tahap penurunan kondisi keuangan yang ada pada perusahaan. Keadaan ini biasanya terjadi sebelum adanya kebangkrutan atau likuidasi.

Menurut Brahmana, suatu perusahaan dapat dianggap terkena financial distress atau kesulitan keuangan jika perusahaan itu menunjukkan angka yang negatif pada beberapa aspek diperusahaannya yakni laba operasi, laba bersih, serta nilai buku ekuitas.

Ciri lainnya jika perusahaan mengalami financial distress adalah jika perusahaan tersebut melakukan merger.

3 Penyebab utama terjadinya financial distress

Sebenarnya, apa saja penyebab dari terjadinya financial distress? Penyebabnya antara lain adalah sebagai berikut:

#1 Kesulitan arus kas

Ya, faktor pertama ini adalah kesulitan arus kas. Memang penyebabnya ini berkisar atas masalah mikro perusahaan dan ini benar adanya.

Hal ini diungkapkan oleh Damodaran pada 1997. Umumnya terjadinya kesulitan arus kas adalah ketika penerimaan pendapatan perusahaan yang berasal dari hasil kegiatan operasi tidak mencukupi untuk mengcover beban usaha yang muncul akibat aktivitas operasi perusahaan.

Selain karena hal tersebut, kesulitan arus kas dapat disebabkan karena adanya kesalahan manajemen saat mengelola aliran kas perusahaan dalam kaitannya membayarkan aktivitas perusahaan yang mana hal tersebut akan semakin membuat kondisi perusahaan menjadi buruk.

#2 Jumlah hutang yang terlalu besar

Faktor selanjutnya yang bisa menyebabkan perusahaan mengalami financial distress adalah saat jumlah hutang yang ditanggung oleh perusahaan terlalu besar.

Kebijakan dalam mengambil hutang perusahaan guna mengcover biaya yang muncul akibat operasi perusahaan akan menimbulkan kewajiban bagi pihak perusahaan untuk melunasi utangnya di masa depan.

Saat hutang tersebut mengalami jatuh tempo, sedang perusahaan dalam keadaan tidak memiliki cukup uang untuk membayar tagihan yang ada, maka yang mungkin terjadi adalah kreditur menyita aset perusahaan guna menutupi kekurangan atas tidak terbayarnya hutang tersebut.

#3 Kerugian atas kegiatan operasional dalam beberapa tahun

Penyebab ketiga menurut Damodaran yang dapat menyebabkan perusahaan mengalami financial distress adalah kerugian yang dialaminya atas kegiatan operasional perusahaan dalam kurun waktu beberapa tahun.

Biaya operasional yang terlampau besar sedangkan pendapatan yang masuk tidak sesuai dengan yang diharapkan inilah yang kemudian menyebabkan arus kas menjadi negatif.

Simak juga ulasan terkait tentang Cara membuat analisis SWOT perusahaan serta artikel menarik lainnya mengenai Konsep brand manajemen untuk usaha kecil menengah

Upaya mencegah terjadinya financial distress

Setelah mengetahui penyebab atas terjadinya financial distress atau kesulitan finansial perusahaan yang mana dapat menghantarkan perusahaan pada gulung tikar, tentu harus ada upaya untuk mencegah hal tersebut terjadi. Bagaimana cara untuk mencegah financial distress menjangkiti perusahaan anda? Caranya antara lain adalah sebagai berikut:

      a. Restrukturisasi hutang

Langkah yang dapat anda lakukan untuk mengatasi kondisi kesulitan finansial diperusahaan adalah dengan cara melakukan restrukturisasi hutang.

Apa itu restrukturisasi hutang? itu merupakan pembayaran hutang yang mana memiliki persyaratan yang lebih ringan dibandingkan pencicilan hutang yang ada pada sebelumnya berdasarkan konsesi yang diberikan oleh kreditur.

Tujuan dari restukturisasi hutang adalah untuk memberi tenggang waktu kepada debitur sehingga ia memiliki waktu untuk melakukan penyesuaian serta memperbaiki kondisi keuangan perusahaan.

      b. Menyiapkan dana cadangan

Ketika perusahaan sedang berada pada keadaan profit yang baik, usahakan untuk menyiapkan dana cadangan bagi perusahaan. Dana cadangan tersebut tidak boleh disentuh hingga periode waktu tertentu. Tujuan dari penyiapan dana cadangan ini adalah untuk mempersiapkan apabila perusahaan mengalami kesulitan finansial.

       c. Menghitung dan memprediksi operasi perusahaan dengan baik

Salah satu penyebab kesulitan finansial perusahaan adalah dikarenakan biaya operasi yang ditanggung oleh perusahaan lebih besar dibandingkan profit yang masuk. Maka perusahaan harus selalu menghitung dan memprediksi operasional perusahaan dengan baik serta matang agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.

Itulah hal yang perlu anda ketahui tentang financial distress beserta penyebabnya dan sedikit cara untuk mengantisipasinya sehingga hal tersebut dapat terhindari. Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Footer Logo Eranetmedia.com

Informasi seputar dunia kerja, peluang bisnis dan usaha terkini.

Referensi mengenai teknologi finansial, investasi, asuransi, pinjaman kredit dari beragam lembaga keuangan dan perbankan.