Persyaratan & Perhitungan Pelunasan KUR BRI Sebelum Jatuh Tempo

Persyaratan & Perhitungan Pelunasan KUR BRI Sebelum Jatuh Tempo

Eranetmedia – Cara pelunasan pinjaman KUR bank BRI sebelum jatuh tempo mengacu pada aturan tentang pelunasan kredit dipercepat yang mana setiap lembaga keuangan menerapkan syarat dan perhitungan yang berbeda beda.

Untuk melakukan peluanasan kredit bank, ada beberapa prosedur yang terapkan dan harus dilalui oleh pihak peminjam.

Langkah yang pasti harus dilakukan ialah mendatangi kantor bank dengan membawa perlengkapan dokumen diantaranya ialah data identitas KTP, bukti permohonan kredit, serta bukti slip pembayaran yang terdahulu.

Prosedur atau langkah langkah pelunasan pinjaman kredit KUR pada bank BRI

Berikut ini adalah ulasan selengkapnya mengenai proses melakukan pelunasan kredit dipercepat sebelum jatuh tempo yang perlu diperhatikan.

1. Mendatangi kantor Bank

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, dengan mendatangi kantor bank terdekat sambil membawa perlengkapan dokumen antara lain:

  • KTP, Paspor atau SIM
  • Buku tabungan
  • Bukti permohonan kredit
  • Slip atau kuitansi pembayaran yang sudah dilakukan

Kemudian menyerahkan semua data tersebut pada CS untuk selanjutnya dilakukan validasi agar dapat segera diproses.

Pada poin ini sebenarnya dapat dilakukan secara online untuk beberapa bank yang sudah mendukung layanan online sehingga nasabah tidak perlu antri langsung di kantor bank.

2. Mengisi blangko pengambilan dokumen

Jika anda mengajukan pelunasan dipercepat melalui CS, maka ada beberapa blangko yang harus di isi sesuai dengan data data yang diminta oleh bank.

3. Pengecekan biaya biaya pelunasan

CS akan memberikan daftar beberapa biaya yang harus diselesaikan oleh peminjam ketika sudah memutuskan akan melakukan pelunasan kredit dipercepat sebelum waktu jatuh temponya antara lain:

  • Biaya denda jika pernah terjadi keterlambatan angsuran
  • Biaya pinalti pelunasan
  • Rincian total yang harus dilunasi

4. Penerbitan surat pelunasan dari pihak Bank

Apabila semua prosedur di atas sudah disetujui kedua belah pihak (peminjam dan bank) maka surat pelunasan akan diterbitkan oleh bank.

Surat pelunasan ini mencakup rincian biaya, angsuran, denda, hingga bunga yang sudah terbayarkan oleh peminjam dan harus diperiksa secara teliti jangan sampai terjadi kesalahan hingga surat ini telah di stempel tanda bukti lunas oleh bank.

Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat

Ketika debitur merencakan pelunasan pinjaman BRI sebelum jatuh tempo maka secara otomatis akan dikenakan biaya biaya yang mana perhitungannya akan mengacu pada suku bunga serta besaran biaya yang sudah diterapkan.

1. Suku bunga pinjaman Bank BRI

Pertama debitur wajib memahami tentang besarnya bunga yang sudah diterapkan oleh bank BRI pada setiap layanan keuangannya.

Sampai pada saat ini bank BRI cukup dikenal dengan layanan kredit atau pinjaman bunga rendah. Meskipun demikian, debitur tetap harus melakukan perhitungan yang mengacu pada prosentase terbaru.

Berikut ini adalah tabel mengenai besarnya bunga pinjaman pada setiap jenis layanan keuangan yang di berikan oleh bank BRI.

Jenis pinjaman bank BRI Bunga per tahun
Briguna Karya 13% – 13,5%
Briguna Umum 7,2% – 10%
KKB BRI Refinancing 4,99% – 6,65%
KKB Mobil Bekas dan Baru 3,6% – 6,3%
KKB Motor Premium Minimal 3,6%
KPR 7,25%
KPRS BRI 5% fixed
Kredit Investasi 6%
Kredit Modal Kerja 6%
Kredit Pangan 13% – 15%
Kupedes 0,9% (flat perbulan)
KUR 6%
Pinjaman Online BRI Ceria 26,95%
Resi Gudang 6%

2. Perhitungan cicilan pokok pinjaman

Untuk mengetahui jumlah pelunasan cicilan pokok ialah dengan cara menghitung total pinjaman dikurangi seluruh pembayaran yang sudah dilakukan. Untuk mengetahui tentang tabel pinjaman KUR BRI terbaru simak disini.

Disini kita akan membuat simulasi pelunasan pinjaman sebelum jatuh tempo untuk jenis kredit KUR BRI dengan bunga sebesar 6% per tahun.

Debitur mengambil pinjaman sebesar Rp. 60.000.000 (Enam Puluh Juta Rupiah) dan memilih tenor waktu cicilan 12 bulan. Jika debitur sudah membayar 10 bulan angsuran maka cara untuk menghitung cicilan pokok ialah sebagai berikut:

  • Pinjaman = Rp.60.000.000
  • Tenor = 12 bulan
  • Cicilan Pokok = Rp.60.000.000 : 12 = Rp.5.000.000.
  • Cicilan sampai bulan ke 10 = Rp.5.000.000 x 10 = Rp.50.000.000
  • Sisa cicilan pokok = Rp.60.000.000 – Rp.50.000.000 = Rp.10.000.000

3. Perhitungan bunga pinjaman KUR

Berikutnya ialah cara perhitungan besarnya bunga pinjaman KUR BRI sebesar 6% per tahun. Untuk mendapatkan nilai bunga per bulan dapat dihitung dengan cara berikut ini:

  • Bunga pertahun 6%
  • Bunga perbulan = Rp.60.000.000 x 6% : 12 = Rp.300.000
  • Sisa bunga 2 bulan = Rp.300.000 x 2 = Rp.750.000

4. Perhitungan biaya admin pelunasan sebelum jatuh tempo

Perhitungan mengenai biaya admin ialah 0,1% dan provisi 1% dari jumlah pinjaman.

Selain itu biasanya juga masih terdapat biaya asuransi, akad maupun lainnya dimana bergantung kebijakan perbankannya. Kemudian untuk dapat menghitungan biayanya maka paling jelas adalah administrasi sebagai berikut.

  • 0,1% x Rp.60.000.000 = Rp.60.000

5. Menghitung sisa pinjaman yang harus dibayar

Selanjutnya menghitung berapa sisa pinjaman bank BRI yang harus dibayar ialah dengan cara menjumlahkan sisa cicilan pokok, total bunga dan juga biaya admin.

Sisa pinjaman dalam hal ini nominalnya dapat berbeda karena akan mengikuti nilai bunga yang diterapkan oleh bank.

  • Sisa pinjaman = Rp.10.000.000 + Rp.750.000 + Rp.60.000 = Rp.10.810.000

6. Menghitung biaya penalti pelunasan KUR BRI

Penalti pelunasan KUR BRI sebelum jatuh tempo akan dikenakan biaya karena debitur telah melanggar perjanjian kredit sehingga hal ini wajib untuk dibayarkan pada umumnya sebesar 5% dari sisa cicilan pokok.

  • Penalti = 5% x Rp.10.000.000 = Rp.500.000

Sehingga dengan semua perhitungan di atas, maka jika debitur akan melakukan pelunasan sebelumjatuh tempo untuk pinjaman KUR BRI ialah dengan menambahkan biaya penalti (poin 6) dengan sisa pinjaman yang harus dibayar (poin 5).

Kesimpulan:

Setelah semua langkah langkah di atas dapat dipenuhi, selanjutnya pihak bank akan menerbitkan surat bukti pelunasan yang secara sah dapat memberikan kekuatan hukum bahwa debitur sudah selesai dari kewajiban untuk membayar pinjaman.