Pengertian dan ciri usaha sektor informal

Pengertian dan Cara Indentifikasi Ciri Fisik Usaha Sektor Informal

By: Egy arisandi

Mungkin tidak banyak orang yang tahu mengenai istilah usaha informal. Namun tanpa masyarakat sadari sebenarnya jenis usaha ini sudah banyak ditekuni dan dijalani hingga mendapatkan kesuksesan. Bahkan karena banyaknya orang mendapatkan keberhasilan dengan menjalankan usaha ini akhirnya menyebabkan orang orang tertarik untuk turut serta menggeluti usaha tersebut.

Ketidaktahuan masyarakat akan jenis usaha informal ini termasuk sesuatu yang cukup mengherankan mengingat jenis usaha ini sebenarnya sangat mudah untuk dikenali dan diidentifikasi. Lalu apa saja ciri dan karakteristik dari usaha informal itu?

Sebelum kita masuk ke dalam karakteristik dari usaha informal, alangkah baiknya kita kenali terlebih dahulu apa itu usaha informal. Istilah usaha informal pada hakikatnya terdiri dari dua kata yakni usaha dan informal.

Usaha itu sendiri merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan sedangkan informal adalah lawan kata dari formal.

14 Ciri fisik usaha informal menurut para ahli

Umumnya usaha informal memiliki skala usaha yang jauh lebih kecil ketimbang usaha formal. Mungkin usaha informal tidak jauh beda dengan yang namanya UMKM. Berikut ini kami berikan ciri ciri usaha informal yang secara fisik dapat anda identifikasi, yaitu:

1. Memiliki modal kecil

Usaha dan bisnis modal kecil yang menjanjikan untung besar

Ciri utama yang mudah untuk dikenali dari usaha informal adalah modal yang kecil. Jenis usaha ini terbilang cukup mudah untuk dijalankan siapa saja mengingat jumlah modal yang dibutuhkan relative sedikit.

Beda halnya dengan jenis usaha formal yang pada umumnya membutuhkan modal yang jauh lebih besar untuk melakukan proses produksi dan pelaksanaan manajemen. Pada jenis usaha informal modal bukanlah sesuatu yang sangat krusial melainkan usaha ini bisa dikerjakan sekalipun anda belum memilikinya.

Baca juga info tentang contoh usaha modal kecil yang menjanjikan serta ulasan terkait mengenai strategi mengelola usaha kecil mulai nol hingga mencapai sukses

2. Alat yang sederhana

Ketersedian modal yang kecil tentunya memiliki hubungan langsung dengan penyediaan peralatan produksi. Umumnya peralatan yang digunakan pada jenis usaha informal ini terbilang cukup sederhana dan tidak terlalu mahal. Sehingga hal ini sesuai dengan jumlah modal yang tersedia.

3. Keuntungan relatif sedikit

Modal yang kecil tentunya akan mempengaruhi kuantitas produk yang dihasilkan begitu pula keuntungan yang didapatkan tidak akan bisa maksimal dalam artian hanya sedikit pemasukannya.

Beda halnya dengan dengan usaha formal yang dari segi modal saja sudah besar bisa dipastikan keuntungan yang didapatkan akan lebih banyak. Namun usaha dengan keuntungan yang kecil bukan berarti tidak mampu untuk berkembang, hanya saja membutuhkan waktu yang lama. Dan nilai lebihnya adalah resiko yang mungkin terjadi jauh lebih kecil.

4. Tidak perlu membayar pajak

Cara menghitung pajak PBB

Beda halnya dengan usaha formal yang biasanya membutuhkan izin usaha dan berkewajiban membayarkan pajak tentunya bagi usaha informal tidak berlaku demikian. Mengingat jumlah penghasilannya yang relative kecil dan tidak menentu oleh sebab itu usaha usaha seperti ini tidak dikenakan kewajiban untuk membayar pajak usaha.

5. Usaha dikelola oleh satu orang

Pada umumnya jenis usaha informal hanya dimiliki dan dijalankan oleh perorangan saja. Usaha semacam ini memang tidak memiliki struktur organisasi yang terbilang komplek bahkan mungkin usaha jenis ini tidak memilki karyawan hanya saja dibantu oleh anggota keluarga sendiri, yang terkadang tidak membutuhkan anggaran gaji tersendiri.

6. Produk yang dijual relatif murah

Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya bahwa modal yang dimiliki kecil sehingga harga jual dari produk yang dihasilkan pun juga cukup ramah dikantong.

Tidak heran jika keuntungan yang dihasilkan pun juga sedikit. Ketelatenan perlu anda terapkan ketika menjalankan usaha ini supaya kedepannya bisa berkembang.

7. Pembukuan yang sederhana

Agenda menjalankan bisnis trading forex agar sukses

Proses perhitungan akuntansi untuk usaha informal ini dapat dilakukan dengan cara yang cukup sederhana yang bahkan hanya perlu dilakukan oleh satu orang saja yakni pemilik.

Pelaporan pun tidak perlu dilakukan kepada atasan karena pemimpin tertinggi dari usaha ini adalah pemilik itu sendiri. Kegiatan pembukuan yang dilakukan hanya terdiri dari keuntungan, kerugian beserta dengan stock yang masih ada.

8. Tidak memerlukan izin usaha

Syarat prosedur mendirikan CV dan biaya pendirian melalui notaris

Dalam pendirian usaha informal pemilik tidak perlu mengurus berbagai surat surata atau dokumen izin usaha yang mendukung keberadaan usaha layaknya bisnis formal.

Persyaratan semacam ini tidak diberlakukan bagi usaha informal mengingat pengurusan surat surat ini pasti membutuhkan dana tambahan yang mungkin akan memberatkan pemilik usaha.

Untuk usaha formal tak perlu iri dengan kemudahan yang diberikan kepada usaha informal karena mengingat skala usahanya yang relative kecil serta lokasi bisnis yang bisa saja berpindah pindah.

9. Jam kerja yang fleksibel

Pada jenis usaha informal pemilik yang sekaligus sebagai pekerja tidak terikat waktu kerja karena tidak ada aturan khusus.  Pemilik bisa kapan saja melakukan pengerjaan dan tidak ada batasan waktu. Target pasar yang dimiliki pun relative sempit tak sebanyak usaha formal.

10. Ruang gerak yang terbatas

Dikarenakan target pasar yang memang tidak terlalu besar layaknya usaha formal tidak heran jika ruang gerak yang dimiliki usaha ini cukup sempit. Terlebih lagi modal yang dimiliki juga sedikit akan sangat sulit untuk melakukan pergerakan demi bisa melebarkan sayap.

11. Dimotori oleh keluarga sendiri

Umumnya usaha informal tidak banyak melibatkan banyak tenaga kerja dalam proses pengerjaan dan pengolaannya. Usaha ini biasanya hanya dikerjakan oleh anggota keluarga saja yang merangkap sebagai karyawan. Bahkan tidak jarang pula usaha yang dijalankan merupakan usaha warisan atau turun temurun yang hanya tinggal meneruskan saja.

12. Tidak ada kontrak

Pada usaha formal biasanya menerapkan system kontrak bagi para pekejanya, namun beda halnya dengan usaha informal yang aturan semacam itu sama sekali tidak diberlakukan.

Hal ini tidak lain dan tidak bukan dikarenakan anggota keluarga sendiri sebagai pelaku usaha yang merangkap sebagai karyawan. Pemberlakukan kontrak hanya berlaku bagi usaha formal guna membatasi fungsi dan tanggung jawab dari pekerja itu sendiri.

13. Tidak memerlukan standart pendidikan tertentu

Dalam proses pendirian usaha informal ini persyaratan khusus terkait latar belakang pendidikan sama sekali tidak diberlakukan mengingat pekerjanya hanya kerabat sendiri.

Persyaratan semacam ini hanya berlaku untuk usaha formal saja karena proses produksi membutuhkan pekerja yang memiliki kualifikasi tertentu. Kelancaran dalam proses manajemen usaha pun juga dipengaruhi oleh background dari tenaga kerjanya itu sendiri.

Di usaha informal umumnya yang dibutuhkan hanyalah pengalaman saja namun hal ini bukanlah satu satunya menjadi penentu bagi pekerja, bisa saja hal ini ditiadakan karena para pekerjanya adalah keluarga. Jadi hal hal formal semacam itu memang tidak lagi dibutuhkan untuk membangun sebuah usaha informal.

14. Produk berasal dari produsen kecil ataupun memproduksinya sendiri

Dikarenakan modal yang sedikit tentu saja jumlah produk yang dijual pun juga sedikit namun bukan berarti usaha ini tidak mampu memproduksi produknya sendiri.

Tetap saja bisa kalaupun tidak memungkinkan mereka bisa mengambil produk sejenis dari produsen kecil yang lain. Sebenarnya mendatangkan produk dari produsen besar memberikan keuntungan yang tidak sedikit selain harganya yang lebih murah juga kualitasnya yang terjamin. Namun kelemahannya adalah resiko yang terbilang cukup tinggi

Itu tadi beberapa ciri dan karakteristikd dari usaha informal yang mungkin tidak banyak orang yang tahu terkait hal ini.

Sebenarnya usaha semacam ini sangat sering kita temui namun karena keterbatasan informasi yang dimiliki mereka seringkali tidak mengenalinya. Namun tak perlu khawatir setelah anda membaca artikel ini tentunya pengetahuan anda tentang jenis jenis usaha beserta karakteristiknya akan semakin bertambah.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Footer Logo Eranetmedia.com

Informasi seputar dunia kerja, peluang bisnis dan usaha terkini.

Referensi mengenai teknologi finansial, investasi, asuransi, pinjaman kredit dari beragam lembaga keuangan dan perbankan.