Memulai usaha waralaba franchise

Tips dan Analisa Cerdas Sebelum Memulai Bisnis Franchise (Usaha Waralaba)

By: Egy arisandi

Franchise atau dalam istilah bahasa Indonesia disebut bisnis waralaba adalah bisnis yang tahun belakangan ini populer. Bagaimana tidak? Bisnis kemitraan ini memberikan keuntungan yang fantastis, ditambah lagi bisnis ini bisa dilakukan berdampingan dengan pekerjaan utama.

Banyak sekali ragam bisnis waralaba ini di Indonesia mulai dari kuliner, salon, minimarket, dan masih banyak lagi.

Yang menjadi keunggulan dari bisnis ini adalah selain sebagai ladang yang produktif, ia sifatnya sangat simpel. Investor tidak lagi memusingkan konsep produk, strategi pemasaran, branding product, dan lain-lain seperti akan memulai usaha bisnis biasanya.

Hal ini karena biasanya para franchisor sudah menyediakan hal-hal tersebut sehingga tugas utama seorang investor tersebut hanya perlu menyediakan modal dan menjalankan usaha tersebut sesuai dengan standart operasional produk tersebut.

Istilah yang perlu diketahui pada bisnis waralaba ini ada dua, yakni franchisor dan franchisee. Franchisor adalah pihak yang memberikan hak produk atau penemuannya kepada pihak investor. Pihak investor inilah yang disebut franchisee.

Ketika franchisor dan franchisee sudah mencapai kesepakatan, alias franchisee sudah memilih paket, maka franchisee membayar franchise fee. Franchise fee adalah biaya yang harus dibayarkan oleh investor sebelum ia membuka outlet atau gerai tersebut.

Setelah usaha tersebut berjalan, setiap periode waktu tertentu franchisee harus membayar dengan jumlah yang ditetapkan. Pembayaran setiap periode tertentu itu disebut royalty fee.

5 Faktor penting sebagai analisa dasar saat akan menerjuni usaha franchise

Apabila anda cukup mengenal istilah-istilah di dunia franchise, kini mari simak tips-tips cerdas yang harus anda perhatikan ketika akan memulai bisnis dengan sistem franchise.

1. Mengetahui arah passion anda

Ini adalah aspek pertama yang sangat penting, dan seringkali diremehkan. Kesalahan para investor ketika memulai bisnis waralaba adalah ia memilih bidang yang bahkan bukan passion mereka.

Mungkin pada awal usaha tidak akan menimbulkan efek yang serius, tetapi akan kentara pada jangka panjang. Tentu saja anda yang berbisnis ingin bisnis anda awet dan semakin berkembang, kan? Maka penting sekali untuk mengetahui minat anda.

Apakah kebidang fashion? Ataukah perawatan? Atau mungkin kuliner? ketika memulai berbisnis anda wajib memilih apa yang anda kuasai, bisa dari segi pengetahuan ataupun segi marketingnya.

Tetapi tidak masalah apabila ilmu yang anda miliki belum terlalu banyak asalkan bidang tersebut adalah passion anda. Karena, melakukan sesuatu berdasarkan minat anda akan terasa menyenangkan termasuk mempelajari pengetahuan tentang minat anda tersebut.

Jadi, apakah anda sudah mengetahui passion anda?

2. Menyediakan modal untuk franchise yang telah anda pilih

Banyak sekali franchise yang bisa anda pilih. Franchise dengan modal kecil, menengan, hingga besar telah tersedia di Indonesia.

Yang perlu anda garis bawahi sebelum memulai usaha ini adalah, kesuksesan bisnis anda nantinya tidak ditentukan dari besar kecilnya modal, tetapi lebih kepada inovatif dan kreatif anda nantinya dalam mengelola bisnis anda.

Lebih baik lagi apabila anda mencoba bisnis yang unik dan berpeluang lebih banyak untuk menghasilkan.

Anda dapat mulai mengamati ke tempat-tempat diluar wilayah tempat tinggal anda, dan mengamati tingkat kesuksesan bisnis yang akan anda pilih disana.

Kemudian anda bisa mulai menganalisis apakah apabila bisnis tersebut dikembangkan di wilayah anda akan juga menghasilkan atau mungkin berpotensi lebih?

Simak juga ulasan terkait mengenai 12 macam usaha franchise makanan paling laris saat ini serta artikel menarik lainnya tentang keuntungan dan kerugian menjalankan bisnis waralaba.

3. Mengenali merek dan segala ketentuannya

Perlu di ingat banyak sekali jenis dan jumlah franchise di Indonesia, yang tentunya memiliki ketentuan yang berbeda-beda pula.

Anda harus mempelajari baik-baik standart operasional brand tersebut agar nantinya tidak menimbulkan kekacauan saat bisnis anda mulai beroperasi. Selain itu, anda harus pula memperhatikan masalah pembagian fee.

Tentu saja ini penting, apalagi anda harus aware atau waspada akan kemungkinan perubahan kebijakan franchisor pada masa mendatang. Pelajari baik-baik dan apabila ada hal yang dirasa kurang jelas, jangan ragu untuk bertanya.

4. Menentukan lokasi bisnis yang memiliki prospek bagus

Lokasi usaha adalah aspek yang sangat penting dan merupakan proses eksekusi yang menentukan bisnis anda akan berkembang atau tidak. Anda harus menganalisis pula target bisnis anda untuk siapa.

Misalnya anda akan mendirikan cafe, yang mana target pasarnya adalah mahasiswa dan anak muda. Maka lokasi yang tepat untuk bisnis ini adalah setidaknya tidak terlalu jauh dari kampus dan pusat kota.

Dan juga, anda perlu menentukan apakah anda akan menyewa tempat bisnis anda atau membeli lahan. Semua dapat anda putuskan dengan pertimbangan dan analisis yang matang.

5. Tetap fokus dan konsisten

Fokus, adalah aspek yang harus anda miliki selanjutnya. Ini penting karena tidak jarang investor yang kurang matang pada akhirnya tidak fokus dan hanya semangat diawal dalam menjalankan bisnis ini.

Setelah apa yang telah anda susun dan jalankan sejak awal berdirinya bisnis ini, anda harus tetap fokus dan melakukan action sesuai dengan standar operasional dan kekreatifan anda. Jangan lupa pula agar tetap semangat dan penuh perencaan karena terkadang bisnis pun ada naik turunya.

Footer Logo Eranetmedia.com

Informasi seputar dunia kerja, peluang bisnis dan usaha terkini.

Referensi mengenai teknologi finansial, investasi, asuransi, pinjaman kredit dari beragam lembaga keuangan dan perbankan.