Pelanggaran perusahaan terhadap karyawan

Pelanggaran Yang Sering Perusahaan Lakukan Tanpa Karyawan Sadari

By: Tata Abiyakta

Suatu perusahaan akan berjalan dengan baik bukan hanya karena modal dan faktor produksinya yang tercukupi, tetapi juga kualitas Sumber Daya Manusianya.

SDM sangat berperan penting pada suatu perusahaan karena merekalah penggerak faktor-faktor produksi yang ada. Selain itu, SDM adalah faktor yang vital dan juga harus dihormati haknya sebagai manusia yang berakal, sehingga keberadaannya pun diatur dengan jelas pada undang-undang ketenagakerjaan.

Tentu dengan adanya Undang-undang Ketenaga kerjaan maka karyawan tidak perlu khawatir haknya tidak terpenuhi.

Perusahaan pun umumnya melakukan yang terbaik dalam hal perlakuan dan memberikan benefit kepada karyawan sehingga kedua belah pihak akan diuntungkan, karyawan akan merasa tercukupi dan perusahaan akan senang dengan kinerja yang baik dari karyawan.

Tetapi seringkali, perusahaan melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang diabaikan oleh karyawannya sebagai SDM diperusahaannya tersebut.

Apa sajakah pelanggaran-pelanggaran yang terkadang dilakukan oleh perusahaan tanpa disadari oleh tenaga kerjanya? Antara lain adalah sebagai berikut!

1. Generalisasi

Generalisasi secara bahasa artinya penyamarataan. Salah satu pelanggaran yang dilakukan perusahaan adalah menyamaratakan atau menggeneralisasi ketika terjadi kesalahan yang dilakukan oleh karyawan.

Perusahaan kemudian menghukum seluruh karyawan yang ada dikarenakan ada salah satu orang karyawan yang melakukan kesalahan, padahal karyawan lainnya tidak memiliki sangkut paut terhadap kesalahan yang terjadi.

Apabila hal ini dilakukan, maka akan menyebabkan antara satu karyawan dan lainnya menjadi saling curiga dan menuduh, kemudian sebagai akibatnya situasi perusahaan akan menjadi tidak kondusif.

2. Jam Lembur yang Tidak Jelas

Lembur sendiri sebenarnya ada peraturan yang mengatur secara jelas, tetapi sering kali perusahaan tidak menetapkannya hanya karena menambah waktu sedikit dari waktu pulang yang seharusnya.

Biasanya alasan yang diberikan dikarenakan deadline dan atau dengan dalih bahwa pekerjaan itu harus diselesaikan hari itu juga meskipun telah lewat waktu kerja yang seharusnya.

3. Tidak diperbolehkannya Cuti

Pelanggaran yang terkadang dilakukan oleh perusahaan adalah tidak mengizinkan anda untuk bercuti. Cuti merupakan hak yang dimiliki oleh karyawan, dan haknya tersebut tidak boleh dihilangkan.

Memang boleh saja perusahaan menolak pengajuan cuti yang diminta oleh karyawan pada hari tertentu dikarenakan lain dan satu hal tetapi yang salah adalah ketika perusahaan kemudian tidak menawarkan pemberian cuti ditanggal lain atau singkatnya karyawan tidak dapat cuti sama sekali dalam satu tahun penuh.

Karyawan seharusnya dengan mudah untuk mendapatkan cuti dikarenakan ini adalah haknya sebagai karyawan. Sebagai perusahaan pun seharusnya ikut mengingatkan apabila izin cuti yang ada masih belum terpakai dan beberapa perusahaan mengizinkan hak cutinya ini untuk digunakan di tahun berikutnya.

Yang sangat disayangkan, beberapa perusahaan di Indonesia tidak melakukan ini dan mempersulitnya, sehingga ketika cuti tidak terpakai, akan dianggap keteledoran semata yang dilakukan oleh karyawan.

4. Mendapatkan PR

Salah satu pelanggaran yang selanjutnya sering dilakukan oleh perusahaan adalah memberikan karyawan pekerjaan rumah saat hari libur yang kemudian harus dibawa keesokan harinya. Ini jelas merupakan pelanggaran terutama jika perusahaan tidak memberikan kompensasi atau uang lembur untuk mengerjakan tugas di rumah ini.

Beberapa karyawan biasanya merasa tidak keberatan akan hal ini, padahal sebenarnya ini amat merugikan mereka. Mengapa demikian? Karena apabila karyawan mengerjakan tugasnya dirumah, tentu ia akan kehilangan waktu berharganya untuk beristirahat saat waktu libur dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

5. Tugas Ganda

Sering terjadi perusahaan menyematkan satu orang atas dua tugas sekaligus. Misalnya, ia merangkap antara menjadi marketing dan juga business development. Ini adalah hal yang baik karena tidak menyebabkan karyawan tersebut fokus pada  satu bidang.

Biasanya hal ini dilakukan perusahaan yang karyawannya sedikit atau agar lebih efisiens baik dari segi budgeting salary dan lainnya. Karyawan yang dibebani ini malah biasanya merasa senang karena dipercaya lebih dan memiliki tanggung jawab yang lebih berat, padahal sebenarnya hal ini adalah pelanggaran.

6. Kurang transparasi

Tidak salah apabila perusahaan memiliki suatu rahasia yang mana memang tidak memperbolehkan karyawan untuk tahu.

Tetapi informasi tentang strategi perusahaan, untung rugi, kondisi perusahaan, rencana kedepan, dan perubahaan organisasi haruslah diketahui oleh karyawan sebagai bagian dari perusahaan.

Padahal, apabila transparansi terjadi pada hal tersebut maka karyawanpun akan terhindarkan dari pengimplementasian yang nyeleweng dan tidak sesuai yang dikehendaki. Maka dari itu penting sekali untuk melakukan transparansi kepada yang sifatnya vital pada perusahaan.

7. Pilih kasih

Setiap perusahaan pastinya memiliki aturan. Tetapi hal tersebut akan tidak adil apabila terdapat sejumlah karyawan yang rasanya “kebal hukum” atas aturan yang ada.

Ini merupakan kesalahan yang umumnya terjadi dimana perusahaan menganak emaskan beberapa atau seorang sehingga ia mendapatkan perlakuan berbeda dibandingkan dengan karyawan lainnya. Akibatnya, akan terjadi kecemburuan sosial dan membuat karyawan lain menurunkan kinerjanya dan cenderung abai terhadap peraturan yang dibuat.

Baca juga info seputar gaji TKI TKW Taiwan sektor pabrik dan PRT serta ulasan mengenai cara menghadapi interview kerja bagi pemula

Itulah beberapa pelanggaran kecil yang biasanya dilakukan oleh perusahaan. Jadi apakah anda menemukan hal tersebut di kantor anda? Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Footer Logo Eranetmedia.com

Informasi seputar dunia kerja, peluang bisnis dan usaha terkini.

Referensi mengenai teknologi finansial, investasi, asuransi, pinjaman kredit dari beragam lembaga keuangan dan perbankan.