Memulai usaha kuliner untuk pemula

8 Tips dan Kunci Sukses Memulai Usaha Kuliner Untuk Pemula

By: Egy arisandi

Menyimak tips dan kunci sukses dalam memulai usaha dibidang kuliner khususnya bagi pemula sangatlah penting mengingat bisnis kuliner menjadi salah satu bisnis yang tidak surut minat maupun pasar.

Terlebih, jaman sekarang makanan tidak lagi hanya menjadi kebutuhan. Lebih dari itu, bahkan kuliner menjadi gaya hidup yang mana ditandai dengan cafe-cafe dan resto dengan berbagai macam konsep untuk memuaskan pelanggannya selain dari sisi makanan itu sendiri.

Bagi anda yang berminat untuk merintis atau menjalani bisnis di bidang kuliner, tentu ada beberapa hal yang sebaiknya anda pertimbangkan. Bisnis dibidang makanan itu gampang-gampang susah.

Yang jelas, apabila anda dapat melakukannya dengan baik maka anda harus bersiap-siap mendapatkan omset yang memuasakan dan meraih kesuksesan!

Hal hal penting yang perlu diperhatikan dalam memulai bisnis kuliner

Lantas, apa saja hal yang perlu diperhatikan sebelum merintis usaha dibidang kuliner? Berikut penjelasannya!

1. Modal awal

Sekiranya hal ini menjadi mendasar terlepas dari usaha apa yang anda geluti. Tanpa adanya modal awal, mustahil anda dapat membangun usaha anda.

Apabila anda kesulitan dalam mendapatkan modal, tidak perlu khawatir. Karena, saat ini banyak sekali tersedia dimana-mana pinjaman modal untuk para pengusaha.

Anda juga bisa mendapatkan modal dari pinjaman teman atau mungkin mengajak rekan anda untuk menginvestasikan sebagian uangnya di usaha anda. Menarik, bukan?

Baca juga info terkait mengenai 5 jenis kredit pinjaman modal dari bank mandiri serta ulasan menarik lainnya tentang pinjaman uang online tanpa jaminan.

2. Lokasi

Menentukan lokasi usaha yang strategis

Lokasi usaha anda amat penting untuk diperhatikan. Mengapa? karena salah lokasi bisa menyebabkan warung atau usaha anda sepi.

Meskipun makanan yang anda jual enak, tetapi apabila lokasi bisnis anda tidak strategis maka bisa saja usaha anda akan sepi pengunjung.

Maka sebaiknya anda mencari lokasi usaha anda yang terletak dipinggir jalan atau ditempat yang sekiranya banyak orang yang berlalu lalang. Semakin banyak orang yang berlalu lalang didepan usaha anda, semakin besar potensi mereka akan menjadi pembeli anda.

3. Menu makanan utama

Sebaiknya sebelum anda mulai usaha anda, alangkah baiknya apabila anda melakukan survey dan penelitian tentang menu apa yang sedang ramai dipasaran.

Setelah itu anda dapat memilih makanan yang tidak banyak dijual. Tujuannya adalah untuk mengurangi daya saing anda.

Meskipun begitu, anda harus tetap mempertimbangkan potensi pasar akan menu itu dan harus menyesuaikan dengan target pasar. Apabila anda telah menentukan dan melihat peluang, makanan itulah yang menjadi makanan utama atau andalan bagi usaha anda.

4. Bahan baku

Untuk usaha kuliner, tentu anda membutuhkan bahan baku untuk membuatnya. Sebaiknya anda memastikan bahwa anda memiliki pemasok tetap untuk bahan baku usaha anda.

Hal tersebut untuk memastikan kelancaran anda dalam memproduksi. Dengan memiliki pemasok bahan baku yang tetap, anda akan memperoleh benefit harga yang lebih miring dibandingkan yang lainnya.

Selain itu, anda juga dapat bantuan kalau-kalau suatu hari anda kesulitan modal. Menjadi pembeli tetap disuatu pemasok bahan baku juga membuat anda dapat prioritas tinggi misalnya bahan baku sedang krisis.

Sebaiknya pula anda tidak hanya memiliki satu pemasok, usahakan memiliki cadangan pula. Hal yang perlu dihindari pula dalam membuka kuliner adalah hindari menjual makanan yang sulit bahan bakunya untuk didapatkan.

Juga hindari menjual makanan yang bahan bakunya terlampau jauh didatangkan. Karena makanan menuntut keadaan fresh dan sehat, terlalu jauh bahan baku tidak hanya memangkas biaya tapi dikawatirkan menyebabkan makanan tidak lagi fresh.

5. SDM

Pertanyaan wawancara kerja dan interview fresh graduate

SDM, Sumber Daya Manusia menjadi aspek yang tidak kalah penting karena secanggih apapun alat anda untuk memasak, tetap saja membutuhkan manusia dibelakangnya.

Anda perlu menganalisis dengan baik terkait tenaga kerja yang dibutuhkan pada usaha kuliner anda. Juga, sebaiknya anda memberikan spesialisasi pada para pekerja tersebut sehingga setiap bagian fokus dengan bidangnya.

Idealnya karyawan anda dibagi menjadi tukang masak, pelayan, serta kasirnya. Tetapi apabila usaha anda masih tergolong kecil, satu orang asisten untuk anda sudah cukup. Jangan lupa untuk memperhatikan terkait kesejahteraan pegawai utamanya masalah gaji.

6. Target pasar dan promosi

Kepada siapa usaha ini ditujukkan? Siapa target konsumen anda? Melakukan penyesuaian jenis usaha anda dengan target pasar akan menghantarkan anda kepada kesuksesan usaha anda dibidang kuliner.

Promosi menjadi bagian yang tidak boleh anda lupakan ketika anda merintis usaha. Bagaimana usaha anda akan dikenal apabila anda tidak melakukan promosi? Maka dari itu, anda harus mempromosikannya.

Cara mempromosikan juga semakin mudah dengan hadirnya sosial media. Ketika baru buka, anda dapat memberikan diskon dan promo untuk menjaring pembeli.

Simak juga artikel terkait tentang 5 faktor penting melakukan strategi promosi serta info menarik lainnya mengenai strategi marketing bisnis kuliner.

7. Perizinan

Usaha anda harus dilengkapi dengan perizinan supaya anda nyaman dan aman untuk menjalankan bisnis. Maka, jangan lupa untuk mengurus surat perizinan anda, Perizinan tersebut dapat berupa NPWP dan lain sebagainya.

8. Pelayanan

Anda harus bersikap ramah dan sopan ketika melayani pembeli. Hal ini penting, dan ingatlah pepatah bahwa pembeli adalah raja. Tidak perduli seenak apapun masakan anda, usaha anda akan lama kelamaan sepi apabila anda tidak dapat membuat para pelanggan nyaman dan senang dengan pelayanan anda.

Itulah beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan ketika akan membuka usaha dibidang kuliner. Semoga bermanfaat!

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Footer Logo Eranetmedia.com

Informasi seputar dunia kerja, peluang bisnis dan usaha terkini.

Referensi mengenai teknologi finansial, investasi, asuransi, pinjaman kredit dari beragam lembaga keuangan dan perbankan.